Tip Uncategorized

Memahami Hukum Garansi Ponsel

August 26, 2019

Saat membeli ponsel yang beredar resmi di Indonesia, konsumen akan mendapat garansi. Seandainya ponsel rusak dikala masih dalam masa garansi, konsumen sanggup mengajukan klaim. Sederhana dan gampang dimengerti? Sepintas begitu. Namun, praktiknya ternyata belum tentu demikian.

Percaya atau tidak, hingga dikala ini sebagian konsumen masih belum memahami hukum garansi. Penulis alias HSW rutin menemukannya. Sebagian di antara mereka kebetulan pernah berkonsultasi. Padahal, konsumen itu berada di kota besar, tidak buta internet, dan menggunakan ponsel berharga jual mahal.

Kini saatnya Anda lebih memahami bermacam-macam hal yang bekerjasama dengan garansi ponsel. Berikutnya, tularkan pengetahuan itu kepada orang-orang di sekitar Anda. Mau? Ayo kita mulai!

Biasanya setahun. Masa garansi resmi ponsel biasanya berlaku selama 12 bulan alias setahun. Selama rentang waktu tersebut, segala kerusakan yang timbul bukan alasannya yaitu kesalahan pengguna sanggup digaransikan. Pengguna tidak perlu membayar sama sekali. Biaya pemeriksaan, perbaikan, dan�bila diperlukan�penggantian sparepart seluruhnya digratiskan. Perlu diketahui, garansi tidak berlaku untuk kerusakan kosmetik. Misalnya, warna casing pudar dan permukaan tombol mengelupas.

Sebagian ponsel mempunyai masa garansi lebih dari satu tahun. Ada yang dua tahun, ada pula yang tiga tahun. Klausul garansi yang berlaku seringkali dibentuk berbeda. Pada satu tahun pertama, konsumen dibebaskan dari biaya atas jasa perbaikan dan penggantian suku cadang. Sedangkan pada tahun kedua dan�jika ada�tahun ketiga, yang digratiskan hanya biaya perbaikan. Kalau dibutuhkan penggantian komponen, konsumen diharuskan membayar.

Meskipun sepintas terlihat agak setengah hati, garansi yang lebih usang dari setahun itu tetap lebih menarik. Sebab, biaya jasa perbaikan kadang tidak murah lho. Bisa lebih dari Rp 100 ribu per transaksi.

Bukan satu kali pakai. Poin ini yang paling sering disalahartikan oleh konsumen. Anggaplah Anda membeli satu ponsel gres dan bergaransi resmi. Dua bulan kemudian ponsel rusak dan Anda membawanya ke sentra perbaikan resmi. Setelah ponsel tuntas diperbaiki, sebagian konsumen menganggap garansi resmi sudah habis. “Lha jatahnya kan sudah saya pakai,” kata konsumen yang salah paham itu.

Aturan garansi yang benar bukan mirip itu. Garansi resmi tidak menganut prinsip satu kali pakai, kemudian tak sanggup dipakai lagi. Garansi resmi itu menyerupai kunjungan sepuasnya ke sentra perbaikan resmi. He� he� he� penulis tahu Anda tentu tidak mengharapkan ponsel Anda bermasalah. Namun, seandainya hal itu kebetulan terjadi berkali-kali selama masa garansi, berkali-kali pula Anda boleh mampir ke sentra perbaikan resmi. Mudahnya, silakan servis sepuasnya deh.

Dapat dinyatakan hangus. Garansi resmi sanggup dianggap hangus bila kerusakan ponsel terjadi akhir hal-hal yang lazim dianggap sebagai kesalahan pengguna (misuse). Misalnya, layar pecah alasannya yaitu ponsel terjatuh dan bodi retak.

Normalnya gratis. Ini masih bekerjasama dengan satu poin di atas. Selama masa garansi, segala jenis perbaikan dan penggantian sparepart normalnya gratis. Pengguna sama sekali tak perlu membayar. Namun, bila kerusakan itu terjadi akhir kesalahan pengguna sehingga garansi dinyatakan hangus, pengguna akan dikenakan biaya perbaikan dan penggantian suku cadang.

Praktik tak selalu sesuai dengan yang tertulis. Silakan mengambil kartu garansi ponsel yang Anda miliki. Di sebagian kartu garansi, tertulis bahwa garansi ponsel hanya berlaku untuk pemilik pertama. Agar garansi dinyatakan sah, kartu garansi juga wajib dikirimkan ke alamat tertentu.

Bila Anda tidak memenuhi kriteria di atas, tak usah panik dulu. Teori tidak selalu sama dengan kenyataan kok. Meskipun Anda yaitu pemilik kedua, ketiga, bahkan keempat dari suatu ponsel, Anda tetap berhak mendapat garansi. Demikian pula bila kartu garansi tidak Anda kirimkan ke alamat yang tercantum di kartu garansi.

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)