Tip Uncategorized

Ponsel Gres Kok Bermasalah?

August 6, 2019

Anda usai membeli ponsel gres di sebuah toko ponsel. Saat memakainya, Anda merasa ponsel itu tidak normal. Bete? Wajar. Siapa sih yang tidak jengkel bila ponsel yang masih berbau kardus ternyata sudah bermasalah.

Sebelum mengajukan komplain, tak ada salahnya Anda mengecek ulang dulu. Siapa tahu ponsel gres Anda itu bahu-membahu baik-baik saja. Malu dong jika terlanjur menyemprot penjual, padahal Anda yang bahu-membahu kurang cermat. Inilah beberapa hal yang sepele, tetapi berpotensi menciptakan pemilik ponsel gres salah sangka.

Baru sehari, layar sudah tergores. Anda membeli ponsel keluaran terbaru yang harganya mencapai jutaan rupiah. Penjual menyatakan layar ponsel itu telah menggunakan Corning Gorilla Glass yang antigores. Eh, tak hingga 24 jam, di permukaan layar ponsel terlihat ada goresan.

Jangan pribadi naik pitam ketika mengalami hal itu. Perhatikan baik-baik layar ponsel Anda. Ketika gres dikeluarkan dari kardus, layar sebagian ponsel dilapisi lembaran plastik tipis. Lembaran plastik itu ada yang gampang sekali dideteksi. Anda niscaya mengenalinya dan mungkin pribadi ingin melepaskannya.

Sebaliknya, ada pula lembaran plastik pelapis layar yang pemotongan dan pemasangannya sangat presisi. Tampilannya sama dengan pelindung layar alias screen protector yang biasa dijual Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Kalau tidak dicermati, Anda takkan menyadari keberadaannya. Nah, lembaran plastik di ponsel gres itu yang mungkin tak sengaja tergores. Anda tinggal melepaskannya. Beres deh.

Satu info tambahan, sebaiknya Anda tidak menganggap layar dengan Corning Gorilla Glass tidak mungkin tergores. Hal yang lebih tepat, permukaan layar itu lebih sulit tergores dibandingkan permukaan layar biasa.

Hasil jepretan kamera buram, bahkan kebiru-biruan. Karena dibekali kamera belakang 20 megapiksel dan kamera depan lima megapiksel, Anda berharap akan leluasa menghasilkan foto yang tajam. Ketika foto yang dihasilkan ternyata buram, rasa kecewa pun membuncah. Darah naik ke ubun-ubun, siap melabrak penjual ponsel.

Eits� tahan dulu emosi Anda! Hasil jepretan kamera mana yang Anda anggap jelek? Kalau kamera belakang, perhatikan area di sekitar kamera. Jangan-jangan Anda belum melepaskan plastik yang melapisi lensa kamera. Bila plastik yang masih terpasang itu tidak bening, ketajaman foto yang dihasilkan niscaya takkan maksimal. Apalagi, bila plastik pelapis tersebut itu berwarna biru semitransparan menyerupai yang melekat di kamera beberapa tipe ponsel.

Sementara itu, jika yang dinilai buruk yakni hasil jepretan kamera depan, Anda perlu memperhatikan satu hal. Apakah ada lapisan plastik yang menutupi kamera depan? Lapisan plastik di sini dapat bermakna plastik bawaan pelapis layar maupun pelindung layar (screen protector) suplemen yang Anda pasangkan.

Hasil foto tetap terlihat buram? Usaplah permukaan kamera menggunakan lap yang halus. Seandainya masih buram dan Anda yakin kamera itu cacat, silakan segera meluncur ke toko kawasan Anda membeli ponsel tersebut.

Tampilan layar tidak tajam dan cenderung gelap. Pemilik ponsel biasanya mengidamkan tampilan layar yang tajam, halus, dan cemerlang. Karena ketidaktahuan konsumen, mereka biasanya mengiyakan ketika penjual menunjukkan pelindung layar jenis antiminyak, antiglare, atau antispy. Pemakaian pelindung layar jenis tersebut akan mengurangi intensitas cahaya yang ditangkap mata. Tampilan layar menjadi terlihat lebih gelap daripada seharusnya.

Kalau Anda mengalami hal itu, tak perlu bingung. Solusinya gampang kok. Lepaskan pelindung layar yang terpasang. Bila tetap ingin menambahkan pelindung layar, pilihlah pelindung layar yang bening alias clear.

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)