Gawai (gadget) Uncategorized

Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri Dari Alcatel

June 22, 2019

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash 2, ingatan sebagian orang niscaya eksklusif melayang ke merek Alcatel. Dulu tidak salah sih. Lha nama lengkap dua ponsel itu memang Alcatel onetouch Flash Plus dan Alcatel onetouch Flash 2.

Namun, semenjak Flash Plus 2, Flash tak cocok lagi diasosiasikan dengan Alcatel. Sebab, Flash telah resmi melepaskan diri dari bayang-bayang Alcatel. Ia bukan lagi menjadi salah satu seri ponsel Alcatel, melainkan tampil sebagai merek tersendiri.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Strategi pemasaran Flash berbeda dengan Alcatel dan TCL yang bekerjsama masih satu keluarga besar. Flash menyasar pengguna muda yang melek internet. Jalur penjualannya via daring alias online. Kalau ponsel Flash kebetulan dijumpai di gerai offline, amat mungkin si pemilik toko kulakan online, kemudian menjualnya lagi di toko.

Flash Plus 2 tersedia dalam dua pilihan warna dan spesifikasi. Peminat bebas membeli sesuai selera, mau warna luna silver atau venus gold. Ditilik dari spesifikasi teknis, ada dua varian memori. Varian pertama dibekali RAM 2 GB dan ROM 16. Harganya dipatok Rp 1,999 juta dan sudah beberapa kali dijual lewat flash sale di Lazada.

Ingin memori lebih besar? Ada Flash Plus 2 dengan RAM 3 GB dan ROM 32 GB. Produk tersebut bakal dijual via Lazada juga. Kalau tidak ada perubahan, jadwal penjualannya dimulai selesai bulan ini dengan harga Rp 2,299 juta.

Dalam uji pakai kali ini, penulis alias HSW memakai satu unit Flash Plus 2 warna emas dengan RAM 2 GB dan ROM 16 GB. HSW bukan memperolehnya dengan membeli di Lazada. Karena itu, fitur 4G LTE di ponsel yang HSW gunakan telah aktif dan siap dipadukan dengan kartu 4G LTE operator Indonesia.

Kesan pertama memegang Flash Plus 2 sangat positif. Penutup belakang (back cover) berbahan logam dengan warna emas membuatnya tampak mewah. Tidak sedikit pun terkesan murahan. Umpama aksara yang terukir di bodi belakang ponsel bukan Flash melainkan Samsung, amat mungkin peminat harus menyiapkan dana minimal Rp 4 juta.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Jika epilog belakang ponsel itu dilepaskan, di sisi kanan terlihat sebuah baterai tanam berkapasitas 3.000 mAh. Sedangkan di sisi kiri terdapat satu selot kartu micro SIM, nano SIM, dan microSD. Dua nomor sanggup siaga bersamaan di Flash Plus 2. Salah satu di antaranya sanggup masuk ke jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE. Pengguna bebas memilih nomor mana yang digunakan berinternet dan diizinkan merambah ke jaringan 3G dan 4G LTE.

Di atas kertas, Flash Plus 2 kompatibel dengan layanan 4G LTE band 1, 3, 5, 7, 38, 40, dan 41. Hal itu bermakna ponsel yang HSW gunakan sesuai dengan layanan 4G LTE yang digelar Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL, Tri, Smartfren, dan Bolt. Ya, semua operator. Komplet!

HSW sempat memadukan ponsel tersebut dengan 4G LTE Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan Smartfren. Hasilnya terbukti sukses. XL tidak dicoba alasannya yaitu masa aktif paket internet milik HSW telah berakhir. Sementara itu, layanan 4G LTE Tri dan Bolt belum tersedia di Surabaya.

Sepasang kamera dibenamkan ke Flash Plus 2. Baik kamera depan maupun belakang dilengkapi lampu kilat. Kamera utama di sisi belakang ponsel itu beresolusi 13 megapiksel dan dilengkapi fokus otomatis. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup menghasilkan klip video full HD 1080p.

Sulit disangkal bila memotret balita itu tidak mudah. Agar si balita mau menghadap ke kamera, orang bau tanah seringkali harus memancing mereka dengan mainan atau bunyi-bunyian. Perancang Flash Plus 2 sepertinya menyadari hal tersebut. Karena itu, di hidangan bawaan kamera Flash Plus 2 telah disiapkan aneka suara. Ada bunyi kambing mengembik, kucing mengeong, tembakan pistol laser, hingga denting harpa dan klakson kereta api. Saat memotret buah hati tercinta, pengguna tinggal mengaktifkan salah satu bunyi tersebut.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Beralih ke kamera depan. Kamera berlampu kilat itu sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal delapan megapiksel. Ia juga siap memproduksi klip video HD 720p.

Ponsel bersistem operasi Android 6.0 Marshmallow itu dibekali layar IPS 5,5 inci. Resolusinya full HD 1.920 x 1.080 piksel. Untuk menyalakan dan memadamkan layar, pengguna tak usah memencet tombol power. Sebab, sama dengan bermacam-macam tipe ponsel LG, Flash Plus 2 mempunyai fitur ketuk-ketuk layar. Ketuklah permukaan layar sebanyak dua kali untuk menyalakan layar. Lakukan hal yang sama ketika ingin memadamkan layar.

Di bawah layar terdapat tombol fisik home yang mengingatkan pengguna dengan home button ala ponsel Samsung. Di situ pula diletakkan sensor sidik jari (fingerprint sensor) Flash Plus 2. Sensor sidik jari tersebut mempunyai tiga kegunaan. Apa saja?

Pertama, untuk membuka pengunci layar. Saat ponsel terkunci dan layar padam, pengguna cukup menekan tombol home plus menyentuhkan jarinya. Layar akan menyala kemudian dengan cepat terbuka.

Kedua, seolah-olah dengan poin pertama, tetapi kali ini sekaligus membuka aplikasi tertentu. Misalnya, aplikasi WhatsApp “dijodohkan” dengan sidik jari jempol kanan. Kala ponsel terkunci dan layar padam, pengguna menyentuh dan menekan tombol home memakai jempol kanan. Hasilnya, layar bakal menyala, terbuka, kemudian eksklusif menyajikan aplikasi WhatsApp. Praktis.

Ketiga, mengakses folder safebox yang sanggup diterjemahkan bebas sebagai kotak aman. Di safebox pengguna leluasa menyimpan file-file privat. Untuk membuka folder itu pengguna harus menyodorkan sidik jari yang tepat. Kalau tak sesuai dengan sidik jari yang terdaftar di ponsel, isi folder niscaya gagal diakses.

Wi-Fi, bluetooth, GPS, wireless display, dan mendukung USB On-The-Go (USB OTG) merupakan sebagian spesifikasi lain Flash Plus 2. Saat ponsel belum diutak-atik, sisa memori internalnya mencapai 9,2 GB. Ponsel itu memakai prosesor delapan inti (octa core) MediaTek Helio P10 MT6755M yang terdiri atas empat inti 1,8 GHz dan empat inti 1 GHz.

Selama HSW memakai Flash Plus 2 sebagai ponsel utama, ia selalu terasa gegas. Tampilan layarnya sedap dipandang mata. Sensor alias pemindai sidik jarinya bekerja dengan cepat dan akurat.

Kinerja kameranya tergolong lumayan. Proses pemfokusannya relatif cepat, sedangkan kualitas foto yang dihasilkan sebatas cukup bagus. Di kisaran harga setara, ponsel berdimensi fisik 152,6 � 76,4 � 8,2 milimeter dan berat 157 gram harus mengaku kalah bersaing dengan kamera Asus Zenfone 2 Laser.

Daya tahan baterai Flash Plus 2 tidak mengecewakan. Di tangan HSW, sekali diisi ulang baterai ponsel itu rata-rata bisa bertahan 16 jam. Dengan memanfaatkan charger bawaan, proses isi ulang daya dari sepuluh persen hingga penuh sanggup dituntaskan dalam waktu maksimal 70 menit.

Menurut HSW, sisi minus utama Flash Plus 2 ada dua. Pertama, entah mengapa, ponsel kadang seolah diubah dari mode dering ke mode getar. Ponsel enggan berdering kala ada panggilan telepon dan notifikasi masuk. Ponsel cuma bergetar. Padahal, ketika dicek di pengaturan, nada dering ponsel dalam posisi aktif.

Kejadian absurd itu terjadi secara acak. Biasanya tidak lebih dari satu kali per hari. Kalau sudah mengalami hal tersebut, solusi paling jitu untuk menyembuhkannya yaitu me-restart ponsel. Boleh pula dengan memadamkan ponsel sejenak, kemudian mengaktifkannya lagi.

Kekurangan kedua, GPS Flash Plus 2 kurang cepat dalam mengunci lokasi. Biarpun sudah diatur pada mode high accuracy, ponsel masih membutuhkan waktu hampir dua menit untuk mengunci lokasi.

Secara umum, dengan memperhatikan bermacam-macam faktor, Flash Plus 2 masih layak dipertimbangkan oleh pemilik anggaran Rp 2 juta yang sedang mencari ponsel baru. Kalau tidak terburu-buru dan mempunyai dana lebih, tak ada salahnya sekalian menunggu ketersediaan Flash Plus 2 dengan RAM 3 GB.

***

Inilah teladan foto yang dihasilkan kamera Flash Plus 2.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Perhatian area yang ditandai dengan kotak merah.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Kalau di-crop, inilah tampilan area tersebut.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Saatnya mencoba lampu kilat di kamera belakang Flash Plus 2.

Dimulai dengan pemotretan tanpa lampu kilat.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Kini lampu kilat diaktifkan.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Tiga foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Kamera depan Flash Plus 2 dibekali lampu kilat. Bagaimana hasilnya?

Kalau lampu kilat nonaktif, begini….

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Kalau lampu kilat diaktifkan, begini hasilnya.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Ketika mendengar nama Flash Plus dan Flash  Review Flash Plus 2: Resmi Lepaskan Diri dari Alcatel

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)