Gawai (gadget) Uncategorized

Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

September 4, 2019

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik 2015, penulis alias HSW dengan yakin akan menyebutkan nama Infinix. Sebab, semenjak resmi hadir di Indonesia pada 9 Juni tahun lalu, merek itu konsisten memperlihatkan produk yang menarik. Infinix juga terlihat serius membenahi banyak sekali lini. Salah satunya, sentra perbaikan resmi.

Infinix Note 2, ponsel keempat Infinix yang dipasarkan di sini, lagi-lagi sukses memuaskan HSW. Baterainya tahan lama. Kalau pun kehabisan daya, proses pengisian ulangnya cepat. Jadilah Note 2 di tangan HSW mempunyai fungsi ganda, sebagai ponsel sekaligus mifi atau mobile wireless router.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Dimensi fisik Note 2 tergolong bongsor, 159,5 x 82,5 x 9,3 mm dan 194 gram. Maklum, bentang layarnya saja 5,98 inci. Layar IPS beresolusi HD 1.280 x 720 piksel tersebut menggunakan Dragontrail Glass yang relatif lebih tahan terhadap goresan. Kapasitas baterai yang ditanamkan ke ponsel itu juga besar, yakni 4.040 mAh.

Di sisi atas ponsel terdapat konektor handsfree berkabel, sedangkan di bawah tersedia konektor micro USB. Tombol volume dan power diletakkan di samping kanan ponsel. Sementara itu, cuilan kiri ponsel dibiarkan polos tanpa tombol.

Kalau diperhatikan, permukaan belakang ponsel itu bermotif garis-garis tipis. Mudahnya bayangkan permukaan lantai yang gres saja disemen. Semen yang belum kering itu kemudian disikat. Bakal timbul garis-garis, bukan? Kira-kira menyerupai itu deh.

Bila pengguna membuka epilog belakang ponsel, impulsif akan terlihat dua selot kartu micro SIM dan satu selot kartu microSD. Dua nomor sanggup siaga bersamaan di Note 2. Pengguna bebas menentukan ingin berinternet menggunakan nomor yang diselipkan di selot kartu pertama atau kedua. Nomor mana pun yang dipilih bisa mengakses jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE. Langsung dari sajian ponsel, pengguna leluasa mengunci ponsel supaya selalu berada di jaringan 4G LTE (4G only), 3G, atau 2G.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Note 2 dibekali kamera ganda. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia bisa memproduksi foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Spesifikasi kamera depannya lebih rendah. Kamera itu hanya sanggup menghasilkan foto dua megapiksel dan klip video VGA.

Prosesor 64-bit delapan inti (octa core) MediaTek MT6753 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 2 GB, dan ROM 16 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Note 2. Saat ponsel gres dipakai, sisa memori internal mencapai 9,55 GB. Selot memori eksternal ponsel tersebut siap dipadukan dengan kartu microSD berkapasitas hingga 32 GB.

Ponsel bersistem operasi Android 5.1 Lollipop itu juga dilengkapi radio FM yang siarannya sanggup direkam. Bisakah Note 2 dioperasikan hanya dengan satu tangan? Bisa! Pengguna tinggal mengaktifkan mode one-hand. Caranya, sapukan jari dari tombol home ke arah kiri atau kanan. Ukuran tampilan layar impulsif mengecil sehingga lebih gampang dijangkau menggunakan satu tangan.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Tiada gading yang tak retak. Sampai detik ini belum ada satu pun ponsel yang benar-benar sempurna. Entah mana yang lebih dominan, masing-masing ponsel niscaya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal serupa berlaku untuk Note 2. Apa saja? Kita mulai dari sisi buruknya dulu ya.

Pertama, kinerja kameranya kurang mantap. Pada hari-hari pertama menguji pakai ponsel itu, HSW menilai proses fokus otomatis Note 2 kurang cepat dan akurat. Seiring bergulirnya waktu, ponsel tersebut beberapa kali memperoleh update firmware. Alhasil proses pengutamaan menjadi lebih cepat dan akurat dibandingkan sebelumnya.

Walaupun demikian, foto yang dihasilkan Note 2 tetap belum layak diacungi jempol. Kala kamera belakang ponsel diajak mengabadikan objek di lokasi berpencahayaan sangat memadai, foto yang dihasilkan memang relatif bagus. Namun, begitu ditantang memotret di lokasi berpencahayaan pas-pasan, apalagi cenderung gelap, foto yang diproduksi kurang mengesankan.

Catatan ekstra patut disematkan terhadap kamera depan. Performa kamera yang lazim digunakan untuk swafoto alias selfie itu pantas dikategorikan buruk. Di lokasi dengan pencahayaan cantik pun, foto yang dihasilkan terlihat kurang tajam.

Masih ada tiga kekurangan lain yang bersifat sangat subjektif. HSW sih cenderung tidak mempersalahkannya. Yaitu, kedua, tampilan antarmuka aplikasi Gmail kurang mantap. Penyajiannya berbeda dengan mayoritas ponsel Android yang beredar di pasar.

Di Note 2 semua subjek email, tidak peduli email itu sudah dibuka atau belum, mempunyai ketebalan abjad sama. Satu-satunya cara untuk mengidentifikasi email yang belum dibuka yaitu memperhatikan warna penunjuk waktu yang sejajar dengan nama pengirim email. Biru bermakna email itu belum dibuka, sedangkan hitam berarti email tersebut telah dibuka.

Ketiga, dimensi fisik Note 2 terbilang besar dan tidak mengecewakan berat. Bakal kurang nyaman buat pengguna yang sehari-hari mengenakan celana jeans. Sebab, ponsel akan terasa mengganjal. Kalau pengguna menggunakan celana materi atau celana santai yang cenderung longgar, ketidaknyamanan itu akan lebih minimal.

Keempat, (ini bahu-membahu hanya berlaku untuk pengguna “bermata elang”) tampilan layar Note 2 terasa kurang tajam. Wajar sih. Lha ponsel berlayar 5,98 inci itu cuma beresolusi HD 1.280 x 720 piksel, bukan full HD atau yang lebih tinggi. Namun, untuk pemakaian sehari-hari, sajian layar Note 2 bahu-membahu masih yummy dipandang.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya hingga di sini Anda pribadi memvonis Note 2 tidak layak beli, bersabarlah dulu sebentar. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Pasalnya, beberapa poin minus itu sukses ditebus dengan manis oleh ponsel tersebut. Ada bermacam-macam hal menarik yang patut diketahui.

Satu, Note 2 dibekali fitur ketuk-ketuk layar. Untuk menyalakan maupun memadamkan layar, pengguna cukup mengetukkan jari di permukaan layar sebanyak dua kali. Praktis. Frekuensi menekan tombol power menjadi sangat rendah.

Ya, HSW mengetahui jika fitur ketuk-ketuk layar telah semakin sering ditemukan di ponsel pintar. Namun, di mayoritas ponsel, ketukan dua kali itu sebatas untuk mengaktifkan layar. Populasi ponsel yang memungkinkan pengguna memadamkan layar dengan dua kali ketukan jari masih sedikit.

Dua, baterai berkapasitas besar dan terbukti tahan lama. Seperti telah disinggung di cuilan awal ulasan ini, Note 2 dibekali baterai tanam 4.040 mAh. Dalam pemakaian sehari-hari, baterai berkapasitas besar itu terbukti tahan lama.

Dengan sikap pemakaian ponsel ala penulis, sekali diisi ulang baterai itu sanggup bertahan 1,5 hari. Kalau dikonversi ke jam, durasinya rata-rata 32 jam. Selama rentang waktu tersebut, dua akun email dengan trafik total sekitar 800 email per hari selalu terkoneksi di jaringan 4G LTE. Aktivitas browsing memantau gosip terbaru, WhatsApp, Twitter, telepon, dan SMS juga rutin dilakukan. Sesekali HSW memotret, menggunakan layanan pesan antar makanan, dan mengakses Google Maps.

Karena untuk sikap pemakaian standar HSW daya tahan baterai Note 2 sanggup lebih dari sehari, HSW kemudian mengatakan beban kerja tambahan. Ponsel itu juga difungsikan sebagai mifi alias mobile wireless router. Koneksi data 4G LTE di Note 2 dibagikan ke laptop dan kadang kala satu ponsel lain.

Dengan beban kerja menyerupai itu, daya tahan baterai Note 2 otomatis menurun. Baterainya tak lagi bisa bertahan lebih dari 24 jam. Walaupun demikian, tetap saja ia tidak hingga merepotkan HSW. Sebab, peringatan baterai lemah paling cepat gres muncul pukul 19.00. Ketika peringatan tersebut muncul, kemudian fitur mifi atau hotspot dipadamkan, ponsel masih sanggup siaga hingga larut malam.

Bagaimana bila acara pemakaian suatu hari supertinggi sehingga Note 2 dikhawatirkan kehabisan daya pada siang atau sore hari? Jawabannya ada di poin nomor tiga. Note 2 dibekali kemampuan fast charging. Asalkan dipadukan dengan kepala charger dan kabel charger bawaan, ponsel dengan baterai monster itu sanggup diisi ulang dengan cepat.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

HSW telah melaksanakan serangkaian pengamatan selama proses charging berlangsung. Anggaplah proses pengisian ulang dimulai ketika daya baterai Note 2 tersisa satu persen. Ya, satu persen. Dalam satu jam, daya baterai bertambah menjadi minimal 80 persen dan maksimal 97 persen.

Lokasi dan waktu pengisian, dalam pantauan HSW, turut menentukan cepat tidaknya proses isi ulang baterai. Ketika charger bawaan Note 2 ditancapkan di hotel bertarif kamar Rp 900 ribuan per malam, misalnya, proses pengisian ulang terpantau lebih cepat daripada di rumah HSW. Amat mungkin hal itu terjadi alasannya rangkaian listrik dan tegangan listrik di hotel lebih optimal daripada di rumah.

Sama-sama di-charge di rumah HSW pun, berbeda waktu bisa berbeda hasil. Proses charging yang dimulai sekitar pukul 20.00 biasanya akan lebih lambat daripada bila dilakukan mulai pukul 09.00. Anda yang memahami ilmu kelistrikan mungkin sanggup menjelaskan terjadinya perbedaan itu secara mendalam.

Berapa jam mengisi ulang baterai Note 2 dari kondisi satu persen hingga seratus persen? Paling usang satu jam 40 menit. Tetap tergolong cepat mengingat baterai ponsel itu berkapasitas 4.040 mAh, bukan?

Empat, Note 2 mendukung USB On-The-Go (USB OTG) dan sanggup difungsikan sebagai power bank. Ia siap menyuntikkan tenaga kepada ponsel lain yang mengalami lemah syahwat eh� lemah daya. Dengan memanfaatkan adapter USB OTG plus kabel micro USB, daya dari baterai Note 2 akan berpindah ke baterai ponsel lain yang terkoneksi.

Lima, kompatibel dengan layanan data 4G LTE semua operator di Indonesia. Note 2 siap dipadukan dengan kartu 4G LTE Telkomsel, Indosat, dan XL. Pengguna yang tinggal di kota-kota tertentu mestinya mulai tamat Maret 2016 juga sanggup menggunakan ponsel itu untuk merasakan layanan 4G LTE Tri.

Asyiknya, Note 2 bisa pula dipasangkan dengan layanan 4G LTE Smartfren. Dalam pantauan penulis, ada dua varian Note 2 yang beredar di Indonesia. Varian A1 mendukung 4G LTE Smartfren di frekuensi 2300 MHz, sedangkan varian B1 cocok dengan 4G LTE Smartfren di frekuensi 850 MHz.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Perbedaan dua varian itu tidak sanggup diketahui hanya dengan melihat kardus ponsel. Anda juga tidak mungkin mengenalinya dari tampilan fisik ponsel. Untuk mengidentifikasinya, nyalakan Note 2, masuk ke sajian settings, kemudian gulirkan layar ke bawah hingga menjumpai sajian about phone. Selanjutnya, tekan about phone dan sapukan jari hingga menemukan baris build number. Di bawah goresan pena build number ada sederet abjad dan angka. Di tengahnya niscaya ada goresan pena A1 atau B1 yang diapit tanda hubung.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Enam, harga jual resminya Rp 1,899 juta saja. Menurut HSW, harga itu sangat sebanding dengan spesifikasi dan kinerja yang diperoleh pembeli. Selama menguji pakai Note 2, ponsel relatif terasa gegas ketika dioperasikan. Antilemot, antipanas, dan antimacet. Selama membawa Note 2, HSW tak perlu lagi membawa peranti mifi terpisah.

HSW sadar sebagian di antara Anda yang membaca ulasan ini masih ragu dengan merek Infinix. Anda mungkin berharap ada ponsel dengan spesifikasi sama, tetapi bermerek Samsung. Umpama cita-cita itu terwujud, tetapi wajib merogoh kocek minimal Rp 4 juta, Anda lebih menentukan yang mana? Ayo, saatnya move on!

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan Note 2.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Adakah yang janggal dengan tangga di bawah ini?

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Nama baratnya terlihat keren ya. Nama singkatnya: fuyunghai. ??

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Dua foto berikut dijepret menggunakan kamera depan.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Seandainya ada pemilihan merek ponsel pendatang gres terbaik Review Infinix Note 2: Tak Perlu Lagi Membawa Mifi Terpisah

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)