Gawai (gadget) Lenovo Uncategorized

Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

September 1, 2019

Gawai atau gadget berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet. Lalu apa dong? Lenovo lebih suka menyebutnya sebagai phablet. Sasarannya ialah orang-orang yang bingung sebaiknya membeli ponsel berlayar besar atau tablet.

Iming-iming yang diberikan Phab Plus bukan ala kadarnya. Bodi elegan, tata bunyi Dolby Atmos, dual SIM, dan mendukung layanan 4G LTE. Penulis alias HSW sukses memadukannya dengan layanan 4G LTE Telkomsel, Indosat, XL, dan Smartfren.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Tampilan fisik Phab Plus terlihat elegan dan mewah. Kala melihat gawai berbodi logam itu dari samping atau belakang, sebagian orang mungkin merasa menyaksikan versi raksasa iPhone keluaran terbaru. Sah-sah saja sih. Penilaian mereka gres pantas diragukan kalau menganggap Phab Plus ibarat Nokia Communicator.

Konektor earphone atau handsfree berkabel tersedia di sisi atas Phab Plus. Di sisi kiri, terdapat satu selot kartu yang ketika dikeluarkan gres tertangkap berair bila berisi dua baki. Satu untuk kartu micro SIM, satu lagi untuk kartu nano SIM atau kartu microSD.

Di samping kanan Phab Plus, pengguna akan menjumpai tombol volume dan power. Sedangkan di kepingan bawah gawai berdimensi fisik 186,6 x 96,6 x 7,6 milimeter dan berat 220 gram itu tersedia konektor micro USB.

Beralih ke permukaan belakang. Di formasi atas terdapat kamera berlampu kilat ganda dan speaker. Sekitar 4,5 sentimeter di bawahnya tercetak merek Lenovo yang telah mengadopsi logo terbaru. Bukan lagi lenovo, melainkan Lenovo.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Phab Plus dibekali layar IPS 6,8 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Belum bisa disebut tablet sebab tablet biasanya mempunyai bentang layar minimal tujuh inci. Namun, kalau dikategorikan sebagai ponsel, Phab Plus terlalu besar.

Hmm� bagaimana kalau disebut sebagai pontab? Singkatan dari ponsel tablet. Terdengar asing ya. Jadi, lebih baik kita memposisikan Phab Plus sebagai tablet semimungil yang sanggup digenggam dengan satu tangan.

Iya, satu tangan. Foto di kepingan atas goresan pena ini menjadi bukti nyata. Tangan kiri HSW mencengkeram Phab Plus. Sedangkan asisten memegang kamera yang dipakai untuk memotret.

Foto, ikon, dan goresan pena sanggup disajikan dengan tajam sekaligus cemerlang di layar Phab Plus. Saat gawai siaga, tetapi layar padam, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali di layar untuk membangunkannya. Spontan layar akan menyala.

Mengantisipasi harapan pengguna mengoperasikan Phab Plus dengan satu tangan, Lenovo telah menyiapkan fitur screen shrink dan one hand keyboard. Screen shrink merupakan fitur untuk memperkecil tampilan layar. Kalau ingin memakainya, pengguna tinggal menyapukan jari membentuk abjad C atau C terbalik di layar. Tampilan layar Phab Plus eksklusif menciut kolam ponsel berlayar sentuh lima inci. Terlalu kecil? Bisa diperbesar dua kali menjadi setara layar 5,5 inci atau 5,7 inci.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Kalau screen shrink memperkecil keseluruhan tampilan layar, one hand keyboard cuma mengurangi ukuran papan ketik. Tampilan keseluruhan layar tetap besar. Fitur one hand keyboard patut dicoba ketika pengguna ingin melaksanakan panggilan telepon keluar.

Posisi screen shrink maupun one hand keyboard sanggup diubahsuaikan dengan kebutuhan pengguna. Miringkan Phab Plus ke kanan untuk menggeser tampilan ke sisi kanan layar. Kalau pengguna hendak mengoperasikan Phab Plus menggunakan tangan kiri saja, berarti pengguna tinggal memiringkannya ke kiri. Praktis.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Gawai bersistem operasi Android 5.0.2 Lollipop itu mempunyai dua kamera. Kamera di sisi muka bisa menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Sedangkan kamera di kepingan belakang Phab Plus dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat ganda. Kemampuan maksimalnya memproduksi foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Tidak tersedia pilihan pengaturan manual yang komplet. Namun, pengguna masih diperkenankan mengubah ISO, white balance, dan kompensasi pencahayaan (exposure compensation) secara manual. Ada pula aneka mode siap pakai yang layak dicoba pengguna. Yaitu, action shot, smart capture, night mode, HDR, dan panorama.

HSW merekomendasikan pengguna menjajal dua mode pertama. Action shot akan mengabadikan pergerakan suatu objek, kemudian otomatis merangkainya menjadi sebuah foto kronologis yang unik. Seperti ini contohnya.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Sedangkan smart capture pantas dieksplorasi kala pengguna ingin memotret bahan presentasi yang tersaji di layar, kartu nama, brosur, dan dokumen lain. Biarpun pemotretan dilakukan miring, objek utama yang dijepret sanggup disimpan dalam posisi tegak lurus dan rata. Seolah pengguna usai memindai atau memfotokopi layar presentasi, papan tulis, kartu nama, atau brosur.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet  berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Ketika suatu hari ingin menikmati hiburan, pengguna berpeluang memperoleh kepuasan ekstra. Suara yang diperdengarkan Phab Plus tergolong di atas rata-rata tablet Android berharga jual hingga Rp 5 jutaan. Tata bunyi Dolby Atmos yang diadopsi gawai itu sepertinya memperlihatkan sumbangsih signifikan. Keandalan tata bunyi tersebut bakal lebih terasa kalau pengguna memasangkan earphone.

Phab Plus memanfaatkan prosesor 64-bit delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 615 MSM8939 yang terdiri atas empat inti 1,5 GHz dan empat inti 1,1 GHz. Spesifikasi lainnya, Wi-Fi, bluetooth, GPS, radio FM, RAM 2 GB, ROM 32 GB, dan USB On-The-Go (USB OTG). Saat gawai belum diutak-atik, sisa memori internal mencapai 24,56 GB.

Sumber daya gawai berasal dari baterai tanam berkapasitas 3.500 mAh. Karena intensitas HSW dalam menggunakan Phab Plus tidak setinggi ponsel, sekali diisi ulang baterai gawai tersebut biasanya sanggup bertahan dua hari. Pada malam hari gawai dinonaktifkan.

Terkait konektivitas seluler, pengguna Phab Plus mempunyai dua pilihan. Pertama, menggunakannya sebagai tablet mungil dual SIM tanpa memori eksternal. Dua nomor sanggup siaga bersamaan. Satu menggunakan kartu micro SIM, satu lagi nano SIM. Salah satu nomor di antaranya, tidak harus yang terpasang di selot pertama, leluasa menjelajahi jaringan 2G, 3G, dan 4G LTE 900/1800 milik Telkomsel, Indosat, dan XL.

Asyiknya, Phab Plus sanggup pula dipadukan dengan layanan 4G LTE Smartfren di frekuensi 2300 MHz. HSW sukses berinternet dengan lancar. Aktivitas telepon dan SMS via Smartfren tentu saja tidak mungkin dilakukan. Sebab, Phab Plus tidak kompatibel dengan layanan CDMA 2000-1x.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Di atas kertas, Phab Plus mestinya juga bisa dipasangkan dengan layanan Bolt. HSW belum mencobanya sebab sehari-hari tinggal di Surabaya yang belum termasuk dalam area layanan Bolt.

Kedua, buat pengguna yang lebih mementingkan ketersediaan memori eksternal daripada dual SIM, Phab Plus siap difungsikan sebagai gawai single SIM dengan selot microSD. Pasangkan saja sekeping kartu micro SIM dan kartu microSD. Satu-satunya nomor yang siaga sanggup berkelana di jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Bila dirangkum, layar tajam, bunyi mantap, bodi elegan, dan kinerja yang gegas menjadi sederet kelebihan Phab Plus. Demikian pula dengan kemampuan dual SIM, USB OTG, dan kompatibilitasnya dengan layanan 4G LTE.

Performa kameranya hanya tergolong cukup bagus. Tidak pantas diberikan acungan satu jempol tegak, tetapi juga tak layak disodori acungan satu jempol terbalik. Andaikan mengikuti ujian di sekolah yang skala penilaiannya 1-100, kamera Phab Plus memperoleh nilai 65.

Ketersediaan notifikasi LED yang realitanya tidak berguna, berdasarkan HSW, menjadi sisi minus Phab Plus. Lenovo meletakkan lampu mungil notifikasi itu di earpiece (speaker di kepingan atas gawai). Di kepingan earpiece itu terdapat sederet lubang. Nah, posisi lampu diletakkan di dua lubang paling kiri. Cahaya yang dipancarkan sangat redup sehingga mudah tak terlihat. Anda yang kini sedang menggunakan Phab Plus boleh membuktikannya sendiri.

Phab Plus kini dijual dengan harga ritel resmi Rp 3,499 juta. Ia tersedia dalam tiga pilihan warna: gold, titanium silver, dan gunmetal grey. Seseorang yang sedang mencari tablet mungil berkemampuan prima pantas sekali meminang satu unit Phab Plus. Sebaliknya, pemburu ponsel gres seyogianya mengabaikan gawai tersebut. Kecuali, calon pengguna itu sehari-hari mengenakan busana berkantong superbesar atau terbiasa memasukkan ponsel ke dalam tas.

***

Foto-foto berikut ini dijepret menggunakan Phab Plus.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Kini mencoba lampu kilat Phab Plus. Dimulai dengan pemotretan tanpa lampu kilat.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Sekarang lampu kilat diaktifkan.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Satu foto di bawah ini dihasilkan oleh kamera depan.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

 berjulukan lengkap Lenovo Phab Plus ini bukan diposisikan sebagai ponsel maupun tablet Review Lenovo Phab Plus: Bukan Ponsel, Bukan Tablet

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)