Gawai (gadget) Lenovo Uncategorized

Review Moto 360 2Nd Generation: Kembalinya Motorola Ke Indonesia

July 18, 2019

Setelah usang cuti dari pasar Indonesia, Motorola kembali menyapa penggemar setianya. Penampilan perdana yang kali ini bersama Lenovo itu bukan dalam wujud ponsel baru, melainkan smartwatch alias jam tangan terpelajar Moto 360 2nd Generation. Sama dengan Moto 360 generasi pertama, jam tangan terpelajar tersebut berbentuk bundar.

Untuk pasar Indonesia, Moto 360 generasi kedua (selanjutnya disebut Moto 360 saja) tersedia dalam empat varian. Yaitu, cognac leather berdiameter 46 milimeter yang dijual Rp 5,799 juta; black leather 42 mm Rp 4,999 juta; dan sport black 45 mm Rp 4,999 juta. Ada pula varian rose gold 42 mm yang harga jualnya dipatok Rp 5,299 juta.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Penulis alias HSW menguji pakai varian small black leather 42 mm. Kali pertama melihat wujud aslinya, Moto 360 itu terlihat elegan. Ia lebih terkesan sebagai jam tangan konvensional premium ketimbang aneka jam tangan terpelajar yang pernah HSW coba. Permukaan layar Moto 360 menggunakan Corning Gorilla Glass 3 sehingga relatif lebih tahan gores.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Di sisi belakang arloji yang dibentuk dari stainless steel tersebut, sempurna di tengah-tengah, ada lingkaran kecil. Itu yaitu heart rate sensor. Fungsinya sangat gampang ditebak, yakni mengukur denyut nadi yang berkorelasi dengan detak jantung.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Moto 360 siap dipadukan dengan ponsel bersistem operasi Android maupun iPhone. Karena sehari-hari tidak menggunakan produk “apel kroak”, HSW memasangkan jam tangan terpelajar itu dengan ponsel Android.

Agar bisa memanfaatkan Moto 360 dengan optimal, pengguna idealnya menginstalasikan tiga aplikasi yang sanggup diunduh dari Play Store. Apa saja? Android Wear, Motorola Connect, dan Moto Body.

Berbekal kombinasi aplikasi tersebut, pengguna leluasa memanfaatkan Moto 360 dengan lebih optimal. Hal-hal sederhana menyerupai mengganti tampilan arloji (watch faces) dan mengatur notifikasi sanggup dilakukan secara cepat. Aktivitas harian, mulai jumlah langkah kaki, jumlah kalori yang dibakar, hingga denyut nadi bisa pula dipantau dengan mudah.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

“Percakapan” antara Moto 360 dan ponsel menggunakan koneksi bluetooth. Ketika ada panggilan masuk, jam tangan terpelajar tersebut akan bergetar. Layarnya menampilkan nama atau nomor penelpon. Notifikasi email masuk, pesan WhatsApp baru, dan bermacam-macam hal lain juga sanggup disajikan di layar sentuh 1,37 inci beresolusi 360 x 325 piksel itu.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Seandainya pengguna ingin, misalnya, membalas email masuk, kegiatan tersebut bisa dilakukan eksklusif dari Moto 360. Gunakan saja perintah suara. Ucapkan kata demi kata dengan jelas. Boleh menggunakan bahasa Indonesia, boleh pula menggunakan bahasa Inggris.

Saat pengguna tak sanggup memegang ponsel, cara di atas paling mudah dan jitu. Namun, saran HSW, pengguna sebaiknya tidak menggunakan metode itu ketika ingin membalas pesan dengan panjang. Apalagi, bila akhir tersebut harus memedulikan kaidah bahasa. Contohnya, penulisan aksara kapital dan tanda baca.

Fitur lain yang layak dioptimalkan oleh pengguna Moto 360 yaitu navigasi. Anggaplah pengguna mengharapkan dipandu bepergian dari lokasi A ke B. Awalnya pengguna perlu mengatur titik keberangkatan dan tujuannya via Google Maps di ponsel. Setelah proses navigasi dimulai, pengguna tak usah lagi melihat layar ponsel. Ia tinggal merujuk kepada tampilan layar Moto 360.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Lupa meletakkan ponsel di mana? Manfaatkan fitur find my phone yang tersedia di Moto 360. Ponsel yang sedang dalam mode silent pun bakal berbunyi. Pengguna cukup mencari sumber bunyi itu untuk menemukan ponsel kesayangannya.

Peranti bersistem operasi Android Wear itu menggunakan baterai tanam 300 mAh. Selama HSW menguji pakai Moto 360, baterai tersebut bisa bertahan lebih dari satu hari, tetapi kurang dari dua hari.

Anggaplah hari ini jam tangan terpelajar itu diaktifkan mulai pukul 06.00 dan dibiarkan terus menyala. Besok, ketika makan siang, Moto 360 bakal meminta asupan energi lagi. Letakkan saja arloji tersebut ke wireless charging dock yang disertakan dalam paket penjualan. Proses pengisian ulang impulsif dimulai. Sekitar 1,5 jam kemudian baterai akan terisi penuh.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon 400 MSM8926 1,2 GHz, RAM 512 MB, ROM 4 GB, dan Wi-Fi merupakan sebagian spesifikasi lain Moto 360. Pengguna boleh menggunakan jam tangan terpelajar itu ketika mencuci tangan atau mandi. Namun, pengguna disarankan tidak merendamnya di dalam air. Kala berenang peranti tersebut juga harus dilepaskan.

Saat mengamati Moto 360 yang dipakai HSW, sebagian orang berkomentar, “Wah, tampilan layarnya ternyata tidak penuh ya. Di bab bawah layar ada area hitam.” Buat penulis, hal tersebut tak menjadi masalah. Tampilan layar tetap terasa optimal kok.

Asal tahu, area hitam di bab bawah Moto 360 merupakan ambient light sensor. Sensor itu akan mengukur kondisi cahaya di sekitar jam tangan pintar, kemudian menyesuaikan tingkat kecerahan tampilan layar. Dengan demikian, pengguna takkan merasa tampilan layar terlalu terang ketika berada di kawasan gelap. Atau, sebaliknya, terlalu gelap ketika berada di lokasi yang terang.

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

 Motorola kembali menyapa penggemar setianya Review Moto 360 2nd Generation: Kembalinya Motorola ke Indonesia

Bisakah tali jam Moto 360 diganti sesuai selera? Jawabannya, sangat bisa. Pengguna tinggal mampir ke toko jam, kemudian membeli tali jam (watch band/strap) dengan ukuran yang sesuai. Moto 360 memanfaatkan tali jam berukuran 16, 20, atau 22 milimeter, bergantung varian yang dimiliki. Misalnya, Moto 360 black leather yang HSW uji pakai menggunakan tali jam 20 milimeter.

Secara umum, berdasarkan HSW, Moto 360 2nd Generation merupakan jam tangan terpelajar yang menarik dimiliki. Tampilan fisiknya menawan, kinerjanya pun mengesankan. Satu-satunya komplain HSW, tali jamnya tergolong cepat lusuh.

Kalau Anda tertarik meminang jam tangan terpelajar itu, rajin-rajinlah mencermati promo. Dalam pantauan HSW, promo dengan potongan harga Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta tidak mengecewakan sering digelar. Sifatnya on off. Maksudnya, promo itu hanya berlangsung beberapa hari, kembali ke harga normal, promo lagi, harga normal lagi, dan seterusnya.

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)