Gawai (gadget) Uncategorized

Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

June 28, 2019

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P1 Turbo. Keduanya dibekali baterai 5.000 mAh, dual SIM, dan mendukung 4G LTE. Masalahnya, bentang layar yang mencapai 5,5 inci buat sebagian peminat dianggap terlalu besar. “Andai berlayar lima inci, niscaya saya akan membelinya,” kata belasan orang kepada penulis alias HSW.

Andai belum terlanjur membeli ponsel lain, cita-cita mereka bekerjsama sudah terkabul. Tinggal mampir ke toko ponsel. Polytron Zap 6 Power yang dibekali baterai 5.800 mAh hadir dengan layar lima inci. Bodinya tidak selebar dan sepanjang Zenfone Max maupun Vibe P1 Turbo.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Dengan sikap pemakaian ala HSW, baterai tanam di Zap 6 Power minimal sanggup bertahan 40 jam. Berkali-kali HSW gres perlu menghubungkan ponsel tersebut ke colokan listrik sehabis memakainya selama 48 jam. Ya, dua hari dua malam. Selama rentang waktu itu, dua nomor siaga bersamaan. Satu di antaranya berada di jaringan 4G LTE. Ponsel tetap dibiarkan siaga ketika HSW tidur malam.

Untuk sebuah ponsel berharga jual resmi Rp 1,899 juta dan harga pasar Rp 1,8 juta, ketersediaan sensor sidik jari (fingerprint sensor) menjadi daya tarik komplemen Zap 6 Power. Sensor itu terletak di sisi belakang, berdekatan dengan kamera dan lampu kilat.

Sensor sidik jari tersebut mempunyai dua fungsi yang layak dicoba pengguna. Pertama, untuk membuka ponsel sekaligus mengaktifkan layar. Saat ponsel siaga, tetapi layar padam dan terkunci, pengguna cukup menyentuhkan jarinya selama sekitar satu detik. Ponsel akan merespons dengan menyalakan sekaligus membuka layar.

Kedua, sensor sidik jari itu sanggup difungsikan sebagai tombol penjepret (shutter button) kamera. Ketika akan memotret, baik menggunakan kamera depan maupun belakang, pengguna tinggal menyentuhkan jari di sensor sidik jari hingga kamera menjepret. Pengguna yang rutin berswafoto alias selfie niscaya terbantu sekali dengan fitur tersebut.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Spesifikasi lain Zap 6 Power, antara lain, prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6735A 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 2 GB, ROM 16 GB, dan selot microSD. Ketika ponsel belum diutak-atik, sisa memori internal mencapai 10,03 GB. Ponsel yang mendukung USB OTG itu juga dibekali radio FM yang siarannya bisa direkam.

Kamera belakang Zap 6 Power dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia siap menghasilkan foto beresolusi hingga delapan megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kemampuan maksimalnya memproduksi klip video full HD 1080p.

Sama dengan yang sering dijumpai di secara umum dikuasai ponsel, spesifikasi kamera depan Zap 6 Power lebih rendah. Kamera itu tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat. Ia hanya sanggup menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video VGA.

Ponsel berdimensi fisik 148,5 x 75,3 x 11,3 milimeter dan berat 206 gram itu memanfaatkan layar IPS lima inci. Resolusinya HD 720 x 1.280 piksel. Selain sensor sidik jari dan cara tradisional, yaitu menekan tombol power, ada alternatif lain untuk menyalakan layar. Aktifkanlah fitur smart wake.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Setelah fitur itu aktif, pengguna bisa menikmati fitur double click to light up screen dan slide upward to unlock. Double click to light up screen memungkinkan pengguna menyalakan layar hanya dengan mengetukkan jari dua kali di permukaan layar. Samakah dengan double tap to wake up di ponsel LG? Ya, sama.

Sementara itu, dengan slide upward to unlock, pengguna bisa mengaktifkan sekaligus membuka layar hanya dengan satu sapuan. Caranya sederhana. Saat layar ponsel padam dan terkunci, sapukan jari dari pecahan bawah ponsel ke tengah layar. Di peranti BlackBerry 10, fitur itu lazim disebut swipe to wake.

Untuk memasangkan kartu, pengguna perlu mencongkel pecahan atas Zap 6 Power. Saat epilog terbuka bakal terlihat dua selot kartu micro SIM dan satu selot kartu microSD. Dua nomor sanggup siaga bersamaan di ponsel itu. Pengguna bebas menentukan mau berinternet via nomor di selot kartu pertama atau kedua. Nomor yang dipilih selanjutnya sanggup berkelana di jaringan 2G, 3G, dan 4G LTE.

Merujuk kepada spesifikasi yang tercetak di kardus dan lembaran panduan singkat, Zap 6 Power mendukung 4G LTE di band 1, 3, 5, 8, dan 40. Dikaitkan dengan ketersediaan layanan 4G LTE di Indonesia, ponsel itu mestinya siap digunakan menikmati layanan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat Ooredoo, Tri, Smartfren, dan Bolt.

HSW sempat memadukannya dengan Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan Smartfren. Hasilnya, layanan 4G LTE Telkomsel dan Indosat Ooredoo sanggup berfungsi dengan baik di Zap 6 Power. Sementara itu, 4G LTE Smartfren gagal dicicipi via ponsel tersebut. Dua kartu Smartfren yang berbeda selalu gagal diajak masuk ke jaringan 4G LTE Smartfren.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Kalau dirangkum, kinerja ponsel bersistem operasi Android 5.1 Lollipop dengan tampilan antarmuka Fira UI itu tergolong lumayan. Ponsel biasanya cenderung gegas, meskipun tak bisa dipungkiri sesekali terasa tersendat. Daya tahan baterainya layak mendapat acungan dua jempol.

Performa sensor sidik jari di Zap 6 Power memang tidak secepat ponsel berharga jual mendekati Rp 3 juta atau lebih mahal. Namun, secara umum masih sangat bisa ditoleransi. Tentang kamera, berdasarkan HSW, kualitas foto yang dihasilkan relatif pas-pasan. Pengguna niscaya kesulitan mengabadikan objek bergerak menggunakan kamera ponsel itu.

Hal lain, entah mengapa, Zap 6 Power tak pernah berhasil HSW hubungkan dengan laptop. Saking ingin tau dengan kondisi tersebut, HSW hingga mencoba tiga kabel data yang berbeda. Semuanya tetap gagal.

Catatan khusus HSW berikan kepada Fira UI yang sering pula disebut Fira OS. Tampilan antarmuka yang digunakan ponsel Polytron itu masih perlu dibenahi, baik dari sajian sajian maupun stabilitas. Bila ada email atau pesan WhatsApp baru, misalnya, ketika ini notifikasinya takkan muncul pada baris notifikasi di pecahan atas layar. Notifikasi cuma muncul di ikon masing-masing aplikasi.

Dalam evaluasi HSW, kondisi tersebut kurang praktis. Sebab, pengguna harus rajin melihat ikon-ikon aplikasi. Kalau kebetulan ada beberapa aplikasi yang dikumpulkan dalam satu folder, hal itu akan memperlihatkan “pekerjaan” ekstra. Folder harus dibuka dulu, gres kemudian mencermati satu per satu ikon aplikasi di dalamnya.

Bug Fira UI ditemukan di halaman pengaturan sinkronisasi. Tak ada perbedaan warna tombol atas item yang aktif disinkronkan dengan tidak disinkronkan. Warna dan posisi semua tombol sama saja. Ada tidaknya goresan pena OFF saja yang bisa dijadikan cara identifikasi.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Masih ada lagi. Ini terkait stabilitas. Pada waktu yang sangat random dan tidak disangka-sangka, Zap 6 Power bisa mendadak restart. Kalau dirata-rata frekuensi kejadiannya dua hari sekali.

Berminat membeli Zap 6 Power? Asal tahu, paket penjualan ponsel itu termasuk pelindung layar (screen protector) dan jelly case transparan. Pelindung layar telah terpasang di ponsel. Pengguna hanya perlu melepaskan satu lapisan paling atas.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Sedikit tip dari HSW, pengguna sebaiknya tidak mengaktifkan fitur double click to light up screen. Pasalnya, jika fitur itu aktif dan pengguna memasukkan ponsel ke saku celana, layar ponsel seringkali tanpa sengaja menyala. Ponsel kemudian menjalankan fitur kamera. Akibatnya, foto-foto tak diinginkan bermunculan di galeri. Suhu ponsel juga berpeluang meningkat alasannya kamera selalu aktif tanpa disadari pengguna.

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan Zap 6 Power.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Sama dengan satu foto di atas, tetapi kali ini mode HDR sengaja diaktifkan.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Satu foto berikut ini dijepret menggunakan kamera depan.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Baterai berkapasitas besar menjadi daya tarik Asus Zenfone Max dan Lenovo Vibe P Review Polytron Zap 6 Power: Baterai Besar Tak Harus Berbodi Lebar

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)